BAB I

 

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Penelitian
      PT. KUMATEK adalah pabrik pembuat benang yang turut ambil dalam kiprah persaingan dalam industri tekstil sejak berdirinya pada tahun 1976  dan mampu meng exsport sebagian besar produksinya keluar Negeri. Dengan di tunjang kecanggihan ilmu teknologi yang sekarang ini, tetapi di lain pihak dari dampak kemajuan tersebut di sana sini dijumpai persaingan dalam memasarkan hasil produksi apa lagi dengan di bukanya pasar bebas, dimana hasil produksi dari luar negeri dapat bebas di jual di dalam negeri.
      Perkembangan  industri tekstil di Indonesia merupakan salah satu komoditi ekspor non migas yang cukup banyak memberikan  devisa bagi negara. Meskipun kondisi ekonomi di Indonesia saat ini belum menentu, dimana kondisi terebut sangat berdampak terhadap dunia industri di indonesia salah satunya dalam bidang tekstil. Tetapi hal tersebut tidak mengurangi laju perkembangan industri dan kemajuan  teknologi dalam bidang tekstil. Maka upaya nyata kearah peningkatan daya saing, baik nasional maupun internasional dan mengembalikan kejayaan dunia pertekstilan Indonesia di mata dunia yaitu dengan cara menghasilkan benang yang bermutu baik. Untuk pembuatan benang di gunakan bahan baku yang berasal dari serat-serat alam atau serat-serat buatan, baik berupa staple atau filamen. Staple adalah serat-serat yang berupa potongan-potongan pendek, sedangkan filamen adalah serat yang kontinu dengan sangat panjang.
Dalam proses produksi salah satunya adalah pembuatan benang garuk (carded) Ne1 10’s yang di buat dari 100% kapas Amerika  yang arus prosesnya dari serat hingga terciptanya benang secara berurutan melalui unit – unit mesin : Blowing, Carding, Drawing, Roving, Ring Spinning dan mesin penggulung Winder. Pemakaian kapas Amerika  ini sebenarnya merupakan salah satu untuk memperoleh biaya bahan baku yang lebih rendah untuk benang garuk ( carded ) Ne1 10’s, karena kapas ini relatif lebih murah di bandingkan harga kapas Australia ( PIMA ). Dengan menggunakan kapas ini setelah di proses, kualitas benang Ne1 10’s yang di hasilkan masih belum memenuhi standar yang diharapkan. Sehingga penyimpangan mutu maupun hambatan yang dirasakan masih berpengaruh terhadap produksi adalah sebagai berikut :
1.      Jumlah nep kadang – kadang sering naik secara berurutan melebihi batas kontrol.
2.      Jumlah nep di mesin Carding melebihi standar yang di tetapkan, dimana nep rata – rata pada bulan terakhir antara Januari - Februari sebelum mengadakan penelitian sebanyak 36 s/d 48 sedangkan standart yang di tetapkan oleh perusahaan maksimal 25 dengan satuan  per 100 cm2 dari data 10 cm x 10 cm.
Berdasarkan hal tersebut penulis terdorong untuk melakuan penelitian untuk mengtahui pengaruh dari kecepatan putaran taker-in yang berbeda tidak di sertai perubahan settingan peralatan lainnya pada mesin carding dalam mengolah serat alam maupun buatan. Akhirnya peneliti ingin melakukan penelitian yang relevan dengan masalah yang terjadi maka penulis memilih judul untuk penyususnan skripsi, sebagai berikut : “ PENGARUH PUTARAN TAKER-IN TERHADAP JUMLAH NEP KAPAS 100%  PADA MESIN CARDING  HOWA  CM 300
Dengan melakukan penelitian ini diharap mampu mendapatkan mutu produksi mesin carding yang di hasilkan.
B. Identifikasi Masalah
      Dari masalah diatas dapat diidentifikasikan bahwa ada beberapa faktor yang dapat memepengaruhi tingginya nep disebabkan.   
1.      Apakah bahan baku berpengaruh terhadap jumlah nep web di mesin carding?.
2.      Apakah pengaruh top flat – cylinder berpengaruh terhadap jumlah nep web di mesin carding?.
3.      Apakah pengaruh cylinder – doffer berpengaruh terhadap jumlah nep web di mesin carding?.
4.      Apakah pengaruh cylinder – taker-in berpengaruh terhadap jumlah nep web di mesin carding?.
5.      Apakah pengaruh dist plate – taker-in berpengaruh terhadap jumlah nep web di mesin carding?.
6.      Apakah kecepatan putaran cylinder berpengaruh terhadap jumlah nep web di mesin carding?.
7.      Apakah kecepatan putaran doffer berpengaruh terhadap jumlah nep web di mesin carding?.
8.      Apakah kecepatan putaran taker-in berpengaruh terhadap jumlah nep web di mesin carding?.
9.      Apakah diameter puly motor berpengaruh terhadap jumlah nep web di mesin carding?.
                  Dari hasil identifikasi masalah diatas maka peneliti akan melakukan  penelitian hanya pada putaran taker-in terhadap jumlah nep web kapas 100% pada mesin carding HOWA CM 300.
      Karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga maka penulis untuk menghindari pembahasan yang menyimpang dari maksud dan tujuan maka penulis melakukan pembatasan penelitian adalah :
1.      Variabel  bebas
       Penelitian dilakukan pada putaran taker-in 200 rpm, 210 rpm, 220 rpm, 230 rpm terhadap jumlah Nep kapas 100% pada mesin Carding  HOWA  CM 300.
2.      Variabel Terikat
     Variabel terikat pada penelitian ini penulis hanya membatasi pada parameter jumlah nep kapas 100% pada mesin Carding HOWA  CM 300.
Hubungan kausal antara kecepatan putaran taker – in  (X) dengan jumlah nep web (Y) dapat dibentuk dengan model sebagai berikut:

         Keterangan
Y
 
X
 
                                                              X = Putaran Taker – in
                                                                                             Y = Jumlah Nep

                   Variabel bebas              Variabel terikat
C. Maksud dan Tujuan Penelitian
1.         Maksud Penelitian.
     Meneliti sejauh mana pengaruh  putaran taker-in terhadap jumlah Nep kapas 100% pada mesin carding merk HOWA tipe CM 300.


2.      Tujuan Penelitian.
      Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan mutu sliver carding yang lebih baik, dengan cara mentapkan bersarnya kecepatan putaran taker – in. Dimana mutu sliver carding yang baik terdiri dari jumlah nep yang rendah dan berat  ( CV % ) akan menghasilkan benang bermutu tinggi, sehingga apa yag ditargetkan akan tercapai.
D. Kegunaan Penelitian
1.                  Sebagai wadah penerapan pengembangan ilmu yang telah didapat di Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang.
2.      Bagi mahasiswa sebagai sumbangan pemikiran bagi dunia akademik dengan adanya hasil penelitian pengaruh putaran taker-in teradap jumlah Nep kapas 100% pada mesin carding.
3.      Bagi perusahaan diharapkan hasil yang di peroleh dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk untuk mendapatkan ukuran kecepatan putaran taker – in yang akuratdalam satuan RPM dan menghasilkan produksi yang optimum.
E. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
1.      Kerangka Pemikiran.
      Seperti telah di jelaskan pada indentifikasi masalah, bahwa dalam peningkatan mutu benang garuk (carded) Ne 10’s yang akan di lakukan pada mesin Carding.
Dengan penyimpangan data mutu sliver Carding yang menurun di akibatkan jumlah Nep makin meningkat. Sedangkan yang terjadi pada web mesin Carding itu biasa di pengaruhi oleh serat - serat mati yang ada pada kapas itu sendiri dan juga diakibatkan oleh mesin Cardingnya sendiri yang mengakibatkan simpul yang terbentuk oleh hooke serat akibat proses carding yang tidak sempurna. Selanjutnya mengenai terjadinya jumlah Nep yang semakin meningkat ini akibat settingan mesin yang kurang sempurna.
Hal ini mungkin bisa wire tumpul, rpm terlalu tinggi atau jarak setting antara part – part yang tidak tepat. Kemudian untuk jumlah nep web yang meningkat berarti bahwa proses carding action pada serat kapas kurang sempurna.
Selanjutnya mengenai terjadinya nep web yang semakin meningkat, ini berarti terjadi perubahan yang tidak merata pada sliver.
Hal ini bisa dipengaruhi oleh rpm silinder yang tinggi artinya proses stripping action yang tidak sempurna antara silinder – doffer dan bisa juga disebabkan carding action yang tidak sempurna yaitu antara silinder – flat, bisa juga dipengaruhi proses stripping action yang tidak sempurna antara taker in – silinder, bisa juga disebabkan oleh penggarukan yang tidak sempurna antara taker in – feed roller, bisa juga disebabkan oleh lap yang disuapkan tidak rata ( tebal – tipis ) atau bisa juga disebabkan oleh pengaturan tegangan antara doffer – calendar roller yang tidak sempurna.
Kecepatan putaran Taker – in sangat berpengaruh sekali terhadap jumlah nep web mesin Carding. Apabila kecepatan putaran Taker – in cepat disesuaikan dengan bahan baku yang digunakan maka jumlah nep yang dihasilkan akan lebih sedikit dari standar yang ditentukan penggunaan bahan baku dan sebaliknya apa bila kecepatan putaran Taker – in rendah akan menghasilkan jumlah nep yang banyak.
Proses carding pada prinsipnya dilakukan melewatkan lapisan kapas atau gumpalan serat diantara kedua permukaan yang menyerupai parut kawat yang bergerak dengan kecepatan yang tidak sama. Dengan demikian maka gumpalan – gumpalan serat tersebut akan tergaruk dan terurai. Karena jarak antara kedua permukaan tersebut sangat dekat, maka gumpalan – gumpalan tersebut akan membentuk lapisan serat mengarah kearah gerakan permukaan.
Dengan terurainya gumpalan – gumpalan serat tersebut menjadi lapisan tipis, maka kotoran – kotoran yang berada didalam gumpalan – gumpalan serat akan mudah dipisahkan dan dibersihkan.
Karena kita dihadapkan kepada jumlah nep web yang tinggi maka pendekatan penelitian kearah kecepatan putaran Taker – in. Disinilah baik buruknya mutu sliver carding ditentukan, jadi upaya untuk meningkatkan mutu benang di mesin Carding selalu dilakukan antara lain memperbaiki mutu bahan baku, perawatan dan perbaikan mesin, kebersihan, kecepatan mesin dan lain – lainnya.
2.      Hipotesis.
Dari deskripsi teori diatas dapat diajukan hipotesis bahwa perubahan kecepatan putaran taker-in akan berpengaruh terhadap jumlah nep kapas 100% pada mesin carding. Berdasarkan masalah di atas, maka di peroleh rumusan masalah :
Apakah ada perbedaan jumlah nep kapas dimesin carding HOWA CM 300 antara pengaruh putaran 200 rpm, 210 rpm, 220 rpm, 230 rpm
F. Metode Penelitian
      Metode pengumpulan data yang dilakukan penulis untuk mendapatkan data – data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi, meliputi :
1.      Metode Pengumpulan Data
      Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil percobaan dipabrik dan data sekunder yang diperoleh dari buku – buku literature.


2.      Metode Analisis Data
      Data diuji dengan menggunakan metode statistic analisis ragam dan uji beda rerata ( New Multi Comparison ) berdasarkan metode New Duncan.
            Metode penelitian yang digunakan penulis adalah kuantitatif, eksperimen dan kausal. Perlakuan disusun dengan menggunakan anava satu arah dengan 4 putaran percepatan taker - in yang masing–masing akan di ulang tiga kali (r = 3), maka pola disein eksperimen ditentukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terbentuk t x 3 = 12 plot putaran taker – in.
      Faktor putaran taker – in terdiri dari 4 taraf faktor, yaitu :
1)      Dengan kecepatan putaran taker – in 200 rpm.
2)      Dengan kecepatan putaran taker – in 210 rpm.
3)      Dengan kecepatan putaran taker – in 220 rpm.
4)      Dengan kecepatan putaran taker – in 230 rpm.
G. Lokasi  dan Waktu Penelitian
1.      Lokasi Penelitian.
Penelitian dilakukan di mesin Carding merk Howa CM 300 pabrik pemintalan PT.KUMATEX JL. M.H Thamrin No I - Tangerang , Banten.

2.      Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan mulai pada tanggal 16 Maret 2010 sampai dengan 15 Juni 2010. Pada tanggal tersebut dilakukan pengumpulan data, penelitian serta pengujian hasil penelitian dan analisa data.

Posted in:
Tags:

One Response so far.

  1. Admin says:

    bang bisa kirimin sejarah pt kumatex engga saya butuh nih, bisa minta tolongnya yah

Leave a Reply